Strategi Mengajar Secara Online / Daring

Covid19 menyebabkan banyak sektor menyelenggarakan kegiatan secara online, termasuk sektor pendidikan. Pembelajaran secara online bukan barang baru lagi saat ini. Namun perlu beberapa hal yang dilakukan untuk mengajar secara online. Berikut merupakan catatan pengalaman pribadi setelah beberapa kali melakukan pembelajaran secara online.

Mengajar secara online adalah hal yang menarik. Konten yang biasanya dibawakan di kelas, disampaikan secara virtual menggunakan berbagai macam media, dari teks sampai video bahkan live streaming. Berbagai kendala muncul terutama masalah kuota internet. Tidak sedikit yang masih menggunakan kuota dengan smartphone, sehingga pembelajaran secara live streaming menjadi satu momok besar. Perlu ratusan mega byte untuk belajar secara online hanya dalam waktu 1 jam ! Hal ini tentu menjadi masalah, karena tidak semua siswa mampu membeli kuota internet yang besar.

Untuk itu, diperlukan beberapa strategi sehingga materi dapat tersampaikan dan tidak memerlukan kuota yang besar, dengan tidak mengabaikan bahwa pada saat materi disampaikan, seolah-olah guru hadir dan membimbing siswa. Sulit memang, dan kehadiran guru tidak bisa digantikan. Namun setidaknya beberapa pendekatan bisa dilakukan untuk minimal bisa membuat siswa merasa gurunya hadir.

Kita bisa membagi pembelajaran online menjadi beberapa bagian besar, dari dua aspek, aspek kebutuhan kuota dan aspek “kehadiran” guru. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan, dan kita pilih untuk bisa mengajar secara online, disesuaikan dengan keadaan siswa maupun guru.

1.Kuota ++, Kehadiran ++

Bagian pertama ini merupakan bagian yang paling memakan banyak kuota dan seolah-olah guru hadir bersama siswa. Bagian ini menggunakan teknologi live streaming seperti MS Team, Zoom Meeting, Google Meet, dan semacamnya. Nilai plus dari bagian pertama ini adalah adanya interaksi guru dan siswa secara langsung. Nilai minusnya adalah banyaknya konsumsi kuota internet.

2.Kuota–, Kehadiran++

Bagian yang kedua menyiasati bagian yang pertama dengan cara membuat belajar mengajar secara live menggunakan text messaging. Guru mengirimkan materi dan siswa diminta untuk mempelajari dalam waktu tertentu. Setelah waktu yang ditentukan, evaluasi materi yang diberikan dilakukan secara online menggunakan semacam Google Form. Tanya jawab dilakukan secara live menggunakan text messaging semacam WhatApp, Line dan sebagainya.

3.Kuota — , Kehadiran —

Bagian yang ketiga adalah self-paced, dimana guru hanya mendistribusikan materi dan proses belajar siswa dan evaluasinya dilakukan secara longgar. Tanya jawab dilakukan melalui text messaging namun tidak secara live.

Demikian, semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.