Mengenal Cloud Computing

Saat ditanya cloud computing, apa yang akan anda jawab? Apakah komputasi di luar perangkat keras yang anda miliki? Atau penyimpanan data di server luar? Atau komputasi yang dilakukan di langit? Artikel ini secara singkat membahas cloud computing atau komputasi awan.

Secara garis besar, cloud computing merupakan solusi dari berbagai permasalahan komputasi secara konvensional. Komputasi konvensional pada umumnya mensyaratkan pemakai komputasi untuk setidaknya memiliki perangkat komputasi (hardware) beserta jajaran atau layer di atasnya yaitu platform (misal sistem operasi) dan software, atau minimal tahu keberadaan kebuthan komputasi tersebut, entah menyewa atau meminjam teman kos!

Berbagai permasalahan muncul pada komputasi konvensional. Sebagai contoh, dari sisi hardware terdapat permasalahan seperti harga perangkat keras sekelas server yang tidak murah. Pengadaannya pun juga tidak sebentar. Selain itu, setup-nya pun juga tidaklah mudah. Begitu membeli server, tidak mungkin langsung bisa dipakai, tetapi perlu pengaturan yang tidak mudah apalagi jika server lebih dari satu dan diwajibkan untuk bekerja sama.

Masalah lain terjadi juga pada layer platform dan software. Masalah setup dan lisensi menjadi biang kerok yang menyebabkan membengkaknya biaya. Selain itu, kebutuhan setup dan support juga menjadi problem tersendiri di sini.

Masalah-masalah di atas kemudian dicoba diselesaikan dengan berbagai pendekatan teknologi yang sudah ada seperti teknologi jaringan komputer, sistem terdistribusi, komputasi terdistribusi, dan lain sebagainya yang digabung-gabungkan sehingga menjadi sesuatu yang disebut sebagai cloud computing.

Cloud computing menghadirkan solusi komputasi sebagai layanan atau service di setiap layer yang sudah disebutkan di atas seperti hardware, platform dan software. Di level hardware, cloud computing mampu memberikan layanan hardware yaitu pengguna seolah-olah dapat “membuat” server tanpa harus membeli dengan spesifikasi yang diinginkannya, bisa mengakses server on-demand, dan dengan biaya sesuai dengan waktu penggunaannya (sebagai contoh). Pengguna juga bisa “membuang server” tersebut ketika sudah tidak dibutuhkan lagi.

Di sisi platform dan software, dengan cloud computing, pengguna dapat memilih sistem operasi dan software yang akan diinstal di server cloud yang telah dibuat, semudah meng-klik sebuah tombol, dan semudah memilih dari drop-down menu! Semua konfigurasi yang diperlukan, diserahkan kepada provider cloud computing.

Demikian, jadi sekarang sudah tau tentang cloud computing bukan? Semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published.